Batavia, Senen, 2 November 1940Tjitakan Pagi — Edisi IstimewaGedrukt bij NV Drukkerij “De Klarinet”, te koop overal
Agen-Agen: Soerabaja, Semarang,
Bandoeng, Medan, Makassar,
Padang, Singapoera & Amsterdam.
Kabar Oetama — Uit onze eigen correspondent
Matsjin Berpikir Boeatan Menggemparkan Hindia
“Clarivai” mendjawab pertanjaan segala bangsa dalam seketika — redaksi mendjoetjap: verbazend!
Batavia, djalan telegraf — dari kantor kami di Weltevreden
Portret van den Dag
✦Gedrukt teBatavia✦
Toean Rivai, pemimpin redaksi “Clarivai”, di muka kantornja di Weltevreden — “Soerat kabar moesti terang,” katanya.
(Foto: Atelier Kurkdjian, Soerabaja)
Weltevreden, pagi iniSemoea Orang Berdjoeroehan di Muka Kantor
Sedjak terbitnya matahari, pendoodoek Weltevreden dan Menteng telah berdjoeroeh di muka kantor redaksi kami, ingin melihat dengan matanja sendiri matsjin jang dinamakan Clarivai. Seorang toean residen jang hadir mendjatakan dirinja “terheran-heran”, sedang seorang jongeman dari Meester Cornelis menjatakan: “Ia mendjawab sebelom saja bertanja habis!”
Matsjin itoe, kata pembatja kami jang terpeladjar, tidak makan, tidak minom kopi, namun sanggoep menoelis soerat, menghitong ongkos kirim, dan mengobrol dalam bahasa Melajoe, Belanda, Djawa, dan bahkan Engels.
Berita Dalam Negeri
SoerabajaPabrik Gola Tjolomadoe Memesan Matsjin Seropa
Pabrik gola Tjolomadoe, menoerut kabar jang tersebar di kalangan handelaar, telah memesan sebuah matsjin Clarivai oentoek menghitong gogoran dan ongkos paketvaart. “Kami tjapek menghitong dengan tangan,” kata seorang administrateur. Perkara masih diselidiki.
BandoengPreangerbode Melapoerkan: Oedara Dingin, Matsjin Panas
Di Bandoeng, kopi di waroeng-warong Bragaweg menjadi lebih tjakap rasanya karena pembatja kami mendebatkan matsjin berpikir itoe sambil menggemblong tijgerkoeken. Seorang meester in de rechten menjatakan: perkara ajaib ini moesti ditjatakan dalam Staatsblad.
Verklaring van de DirectiePengatoeroan Redaksi Tentang Matsjin Itoe
Redaksi memberitahoekan kepada pembatja jang terhormat: apa jang dimasoed dengan “kecerdasan boeatan” boekanlah tjinta boeatan, boekanlah nasi goerih boeatan, tetapi soeatoe siasat mesin jang dapat merangkai kalimat seperti orang. Ia tidak akan menggantikan kantor berita kami — hanja menggantikan djuru tik jang malas.
Segala pertanjaan boleh ditjoempahkan ke alamat clarivai.my.id. Kawat akan dibalas dalam sehari, boekan sepoeloeh hari seperti biasanja.
Ekonomie & Handel
Pasar GambirHarga-Harga Hari Ini
Kopi robusta f 0,42 per katji; teh f 0,68; karet f 0,31; timah f 0,97; beras istimewa f 0,12. Saham “matsjin berpikir” — belom tercatat di beurs, tetapi pembatja kami mengatakan stijgend!
Ramalan TjoetjaHet Weer
Batavia: panas terik, sore hari hoedjan lebat, angin dari barat daja. Perairan Sunda: ombak sedang, prao-prao boleh belajar. Bandoeng: kaboet tipis, sedia payoeng dan kopi.
RedaksiKearah Pembatja Jang Toeda dan Moeda
Soerat kabar ini diterbitkan oentoek menjampaikan kabar dengan tjepat dan djelas — clarivai artinja: terang dalam berpikir. Kami harap pembatja tetap setia, dan tidak membeli soerat kabar sebelah.
In het Kort — Sepintas Lalu
Kereta Api — Staatsspoor memberitahoekan: expres Bandoeng–Batavia terlambat 25 menit; sebabnja, sekawan kambing di atas rel dekat Tjikampek.
Radio — NIROM menjiarkan tjeramah tentang “matsjin berpikir” malam ini, pkoel 20.00.
Kabaret — Miss Riboet tetap bertjakap di Harmoni; kaartje masoek f 0,50, anak-anak separo harga.
Telegrafisch BerichtDari Amsterdam: Ratu Wilhelmina Menjamboet Baik
Menjoerut kawat jang sampai tadi malam, di Negeri Belanda kabar tentang matsjin berpikir disamboet dengan soesa dan kagom. Seorang professor di Leiden berkata: “Kalau mesin dapat berpikir, maka pajak bolehkah ditiadakan?” Jawaban pemerintah belom diterima.
SportVoetbal: TIONG HWA Menang 3–1 atas VIOS
Di lapangan Deca Park kemarin sore, kesebelasan Tiong Hwa menang gemilang 3–1 atas VIOS. Goel pertama tjatakan minoet keduabelas; penonton bersorak seperti geroeboengan lebah. Wasit diproes, tetapi tetap berdiri.
Keloenak-Keloenik
Kolom RamalanBintang Minggoe Ini
Siapa djoemawa hari ini, besok hoedjan. Siapa menanam kode, menoai aplikasi. Perempatan Djatinegara baik oentoek berdiri; pasar malam baik oentoek belandja. Matsjin berpikir meramalkan: masa depan datang lebih tjepat dari kereta api expres.
Hilang & DitemoekanSoeatoe Topi
Hilang: sebuah topi panama tjoklat, hilang di trem lijn II antara Pasar Senen dan Harmoni. Jang menemoe silahkan mengembaikan ke kantor redaksi; hadiah: salaman hangat dan koepie tjengkeh.
Pengumuman
Kantor redaksi toeboek hari Minggoe; kawat penting tetap diterima, djawaban hari Senen. Pembatja jang habis langganannja diminta memperbarui sebelom tanggal 15 — kasir kami menghargai ketepatan, boekan alasan.
Kawat Terakhir — Laatste Telegrammen
Medan — Deli-planters meminta matsjin Clarivai membatja kontrak koeli; matsjin membatja lebih teliti dari mandor.
Makassar — Nakhoda prao melapoerkan: angin timor baik, kargoe aman, dan ia telah bertanja pada matsjin tentang bintang navigasi.
Padang — Sutan-sutan memperdebatkan apakah matsjin boleh memberi fatwa. Kesimpoesan: belom.
Singapoera — Raffles Place rioeh. Satu matsjin cukup oentoek membikin kantor ekspedisi kewalahan.
Djokjakarta — Keraton memesan informasi; abdi dalem menjamboet dengan hikmat dan segelas djavanesische thee.
Pontianak — Khatulistiwa tetap khatulistiwa, kata matsjin. Pembatja membenarkan.